Rabu, 04 September 2013

Praktikum BIODAS fotosintesis

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR PERCOBAAN II FOTOSINTESIS NAMA : NESMAWATI NIM : I11112287 HARI/TGL.PERC : SELASA/3 OKTOBER 2012 KELOMPOK : II (DUA) ASISTE : HASRIANI RAHMAN LABORATORIUM BIOLOGI DASAR UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Fotosintesis merupakan penyedia makanan bagi hampir seluruh kehidupan di dunia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Organisme memperoleh senyawa organik yang digunakan untuk energi dan rangka karbon dengan cara autotrofik atau heterotrofik. Organisme autotrof menyediakan makanan bagi dirinya secara total tanpa memakan atau menguraikan organisme lain. Sedangkan organisme heterotrof memenuhi kebutuhan materi organik dari organisme lain dengan cara memakan organisme lain, menguraikan sisa tubuh organisme yang telah mati (Campbell et al, 2002). Fotosintesis dapat dilakukan oleh organisme yang memiliki pigmen klorofil pada sel tubuhnya. Dengan klorofil organisme tersebut mampu menangkap energy matahari untuk menyintesis molekul-molekul organic kaya energi. Fotosintesis terjadi didalam kloroplas karena klorofil itu hanya terdapat dalam kloroplas. Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada semua bagian tumbuhan yang berwarna hijau pada tumbuhan, termasuk batang hijau dan buah yang belum matang (Campbell et al., 2002). I.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan di lakukannya percobaan ini adalah sebagai berikut : • Membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan glukosa dan • Membuktikan bahwa proses fotosintesis melepaskan O2 atau oksigen. I.3 Waktu Tempat Percobaan Waktu dan tempat percobaan sachz berlangsung yaitu pada hari selasa tanggal 2 oktober 2012 pada pukul 11:15–14.15 WITA. Dan bertempat di Laboratorium Biologi Dasar (LBD). Sedangkan waktu dan tempat percobaan ingenhouz berlangsung pada tanggal 2 oktober 2012 pada pukul 11:15 – 14.15 WITA dan bertempat di Pelataran Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organic H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball, 1993). Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas karena klorofil hanya terdapat dalam kloroplas. Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada semua bagian tumbuhan yang berwarna hijau pada tumbuhan, termasuk batang hijau dan buah yang belum matang. Akan tetapi daun merupakan tempat paling utama berlangsungnya fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan. Terdapat kira-kira setengah juta kloroplas tiap milliminter persegi permukaan daun (Campbell et al.,2002). Kloroplas ditemukan terutama dalam sel mesofil daun, yaitu sel-sel jaringan palisade dan sel-sel jaringan spons.kloroplas berbentuk selubung dengan membran ganda yang melingkupi stroma. Stroma tersekat-sekat oleh adanya membrane yang membentuk tilakoid, dan didalam tilakoid terdapat tumpukan grana. Klorofil terdapat di dalam protein integral membrane tilakoid (Kimball, 2001). Menurut Kimball (2001), struktur molekul klorofil terdiri atas porfirin yang sama strukturnya dengan forfirin heme yang membentuk gugus prostetik pada hemoglobin, mioglobin, dan enzim-enzim sitokrom. Perbedaan utama antara klorofil dan heme ialah : • Atom magnesium sebagai pengganti besi di tengah-tengah cincin porfirin dan • Rantai samping hidrokarbon yang panjang yaitu fitol. Klorofil adalah molekul amfifilik, rantai fitol hidrokarbonnya sangat hidrofobik, sedangkan sebagian dari cincin porfirin tempat gugus C=O hidrofilik.Pigmen klorofil dapat dibedakan menjadi klorofil a dan klorofil b. Klorofil a berwarna biru-hijau sedangkan klorofil b berwarna kuning-hijau. Pigmen klorofil a dapat berperan langsung dalam reaksi terang fotosintesis yang mengubah energy matahari menjadi energy kimia. Sementara pigmen klorofil b menyerap cahaya dan mentransfer energinya ke klorofil a. selain pigmen fotosintetik, kloroplas juga memiliki pigmen aksesoris berupa karotenoid, yang berwarna kuning-jingga. Pigmen karotenoid memperluas spectrum dari warna-warna yang dapat menggerakkan fotosintesis. Namun sebagian karotenoid berfungsi sebagai fotoproteksi yakni menyerap dan melepaskan energy cahaya yang berlebihan yang dapat merusak klorofil (Campbell et al, 2002). Di dalam membrane tilakoid, klorofil tersusun bersama protein dan molekul organik yang lebih kecil lainnya membentuk fotosistem. Fotosistem memiliki “kompleks antenna” pengumpul cahaya yang tersusun atas suatu kumpulan dari beberapa ratus klorofil a, klorofil b dan molekul karotenoid. Membran tilakoid dipenuhi oleh dua jenis fotosistem yang bekerja secara bersama dalam reaksi terang yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Fotosistem I dikenal sebagai P700 karena paling baik menyerap cahaya pada spectrum 700 nm sedangkan fotosistemII disebut P680 karena spectrum absorpsinya memiliki puncak pada 680 nm (Campbell et al., 2002). Setiap energi yang digunakan oleh makhluk hidup di bumi secara langsung atau tidak langsung berasal dari radiasi matahari, kecuali energy atom dan mungkin juga energy panas bumi. Untuk pertumbuhan dan perkembangan, khususnya fotosintesis, cahaya matahari merupakan satu-satunya sumber energi. Cahaya tampak (visible light) adalah sumber energi yang digunakan tumbuhan untuk fotosintesis, dimana merupakan bagian spectrum energy radiasi. Teori kuantum menyatakan cahaya merambat dalam bentuk aliran partikel yang disebut froton. Energy yang terkandung dalam satu foton disebut satu kuantum. Energy yang terkandung dalam foton berbanding lurus dengan frekuensi dan berbanding terbalik dengan panjang gelombangnya. Reaksi cahaya dalam fotosintesis merupakan akibat langsung penyerapan foton oleh molekul-molekul pigmen klorofil (Gardner et al., 1991). Tidak seluruh foton mempunyai tingkat energi yang cocok untuk menggiatkan pigmen daun. Gardner et al. (1991), mengemukakan bahwa diatas 760 nm foton tidak memiliki cukup energy dan di bawah 390 nm foton memiliki terlalu banyak energi, menyebabkan ionisasi dan kekurasakan pigmen. Sehingga foton yang memiliki tingkat energy yang cocok untuk fotosintesis memiliki panjang gelombang antara 390-760 nm yaitu cahaya tampak (Gardner et al., 1991). Penggiatan pigmen merupakan akibat langsung dari interaksi antara foton dan pigmen. Menurut Gardner et al. (1991), pengukuran cahaya yang digunakan dalam fotosintesis dilakukan berdasarkan densitas aliran foton dan bukan berdasarkan energy. Densitas aliran foton adalah jumlah foton yang menumbuk suatu luas permukaan tertentu persatuan waktu. Karena panjang gelombang 400-700 nm paling efisien dalam fotosintesis, maka pengukuran cahaya di dasarkan pada densitas aliran foton dalam panjang gelombang 400 dan 700 nm. Pengukuran ini disebut radiasi aktif fotosintesis atau Photosynthetically Active Radiator (PAR), atau denistas aliran foton fotosintesis atau (PPFD). PAR dinyatakan dalam bentuk mE.m-2.det-1 atau mmol.m-2.det-1 (Gardner et al, 1991). Secara umum fotosintesis terjadi dalam dua tahapan yaitu reaksi terang (light reaction) dan reaksi gelap (dark reaction).reaksi terang merupakan tahapan yang sangat di pengaruhi oleh ketersediaan cahaya matahari. Reaksi ini melibatkan fotosistem I dan fotosistem II yang bekerja sama menggunakan energi cahaya untuk menghasilkan energi atau ATP dan NADPH sebagai produk reaksi terang. Sedangkan reaksi gelap merupakan tahapan lanjutan dari reaksi terang, dimana terjadi fiksasi karbondioksida untuk di reduksi menjadi karbohidrat (Cambell et al, 2002). Menurut Campbell et al. (2002), karbohidrat yang di hasilkan langsung dari siklus Calvin sebenarnya bukan glukosa, tetapi gula berkarbon-3 yang disebut gliseraldehid 3-fosfat (G3P). G3P yang tersingkir dari siklus Calvin menjadi materi awal untuk jalur metabolisme organic lainnya, termasuk glukosa dan karbohidrat lainnya. Energi foton yang digunakan untuk menggerakkan elektron melawanan gradient panas di dalam fotosistem dari sebuah agen dengan tenaga reduksi kuat, yang secara termodinamis mampu mereduksi CO2 di dalam fotosistem II dari air dengan pelepasan O2, jika sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton masuk ke dalam sebuah keadaan tereksitasi, karena satu elektronnya pada keadaan dasar pindah ke orbit (Anwar, 1984). Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 1993). Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Anwar, 1984). Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Tergantung pada bahan yang digunakan, maka jumlah mol CO2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri, 2000). Pada tahun 1771, joseph priestley, seorang pastor dan ahli kimia berkebangsaan inggris menyinggung CO2 (walaupun zat yang di sebutnya udara yang tidak mudah ini belum di kenal) kemudian ia menemukan bahwa tumbuhan hijau dapat memperbaharui udara yang kotor akibat pelepasan hewan. Kemudian seorang dokter berkebangsaan Belanda, Jhan ingenhouz memperlihatkan bahwa cahaya di perlukan untuk memurnikan udara tersebut. Ia juga menemukan kawat tumbuhan juga “mengotori udara” pada kedalaman gelap. Sifat produk kimia lain dari fotosintesis yaitu bahan organik, diperlihatkan oleh Jhulius Sachs pada tahun 1864 ketika ia mengamati pertumbuhan butir paling dalam kloroflas yang di sinari pasti tamapak hanya pada bagian daun yang terpanjang pada cahaya (Hadisumatro, 2003). Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan cabang ilmu pengetahuan alam, seperti Fisika, kimia, maupun biologi itu sendiri. Pada tumbuhan, organ utama tempat berlangsungnya fotosintesi daun. Pada dasarnya, rangkaian fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu reaksi terang(karena memerlukan cahaya matahari) dan reaksi gelap (karena tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbondioksida) (Latunra, 2000). Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADP. Reaksi ini memerlukan air. Proses diawali dengan penangkapan Foton oleeh pigmen sebagai antena. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nnm) dan merah (650-700 nnm) dibandingkan hijau (500-600 nnm). Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita seh ingga menimblkan sensasi warna hijau. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya yang pendek menyimpan lebih banyak energi. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau reaksi fotosistem yaitu fotosistem dan fotosistem II. Fotosistem II terdiri dari molekul klorrofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nnm sedangkan fotosistem I panjang gelombang 700 nnm. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simolton dalam fotosintesis. Fotosintesis di mulai ketika cahaya mengionisasikan molekul klorofil pada fotosistem II membuatnya melepaskan elektron yang akan di transfer sepanjang rantai transfort elektron (Dwijoseputro, 1962). Energi dari elektron ini digunakan untuk fosforilasi yang menghasilkan ATP satuan pertilakan energi dalam sel reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisita atau kekurangan elektron yang harus segera digantikan. Pada tumbuhan dan alga, kekurangan elektron dan di penuhi oleh elektron dari hasil ionisasi yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorogfil. Hasil ionisasi cair ini adalah elektron dan oksigen. Oksigen dari proses fotosintesis hanya di hasilkn dari air, bukan dari karbondioksida. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II, cahaya juga mengionisasikan fotosistem I, melepaskan elektron yang di transfer sepanjang rantai transport elektron yang artinya mereduksi NADP menjadi NADPH (Heddy, 1986). Pada reaksi gelap, ATP dan NADPH di hasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai reaksi biokimia. Pada tumbuhan proses biokimia yang tepicu adalah reaksi calvin yang mengikat karbondioksida untuk membentuk ribulosa dan kemudian menjadi gula seperti glukosa. Reaksi ini di sebut reaksi gelap karena tidak tergantung pada cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (Heddy, 1986). Proses fotosintesis di pengaruhi oleh beberapa faktor utama yaitu intensitas cahaya; karbondioksida semakin banyak karbondioksida di udara makin banyak jumlah bahan yang digunakan untuk melakukan proses fotosintesis, suhu; enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju proses fotosintesis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi emzim; kadar air. Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata tertutup, menghambat penyerapan karbondioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis (Latunra, 2000). Tanaman adalah satu-satunya organisme fotosintetik memiliki daun(dan tidak semua tanaman memiliki daun). Sebuah daun dapat dilihat sebagai kolektor surya dijejali sel fotosintetik. Bahan baku fotosintesis, air dan karbon dioksida, masuk ke dalam sel daun, dan produk fotosintesis, gula dan oksigen, meninggalkan daun. Penampang daun, yang menunjukkan ciri-ciri anatomi yang penting untuk studi fotosintesis:. Stoma, penjaga sel, sel mesofil, dan vena Air memasuki akar dan diangkut ke daun melalui sel tanaman khusus yang dikenal sebagai xilem. Tanaman darat harus waspada terhadap kering (pengeringan) dan telah berevolusi sehingga struktur khusus yang dikenal sebagai stomata untuk membiarkan gas untuk memasuki dan meninggalkan daun. Karbon dioksida tidak dapat menembus lapisan lilin pelindung yang menutupi daun (kutikula), tetapi bisa masuk daun melalui sebuah lubang (stoma) diapit oleh dua sel penjaga. Demikian juga, oksigen yang dihasilkan selama fotosintesis hanya dapat lulus dari daun melalui stomata terbuka. Sayangnya untuk tanaman, sedangkan gas-gas ini bergerak antara bagian dalam dan luar daun, air banyak juga hilang. Pohon Cottonwood, misalnya, akan kehilangan 100 galon air per jam selama hari gurun panas (Latunra,2000). BAB III METODE PERCOBAAN III.1 Alat Alat yang digunakan pada percobaan sachs dan ingenhouz adalah, penjepit, gelas piala, tabung reaksi, kaki tiga, gegep (penjepit tabung), kawat kasa, pemanas spiritus, bunsen, stopwatch, dan corong. III.2 Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan sachs dan ingenhouz adalah tanaman berdaun lebar (mangga mangifera indica ), air panas, alcohol 95%, JKJ, kertas timah dan tanaman Hydrilla Verticillata Hoele dan air. III.3 Cara Kerja III.3.1 Percobaan Sachs Adapun cara kerja percobaan sachs adalah sebagai berikut : 1. Menutup sebagian daun mangga dengan alumunium foil pada pukul 06:00 pagi. 2. Memetik daun percobaan tersebut setelah 1 minggu dan melepas aluminium foil pada daun. 3. Memasukkan daun tersebut ke air mendidih sehingga daun tersebut layu karena sel pada daun tersebut mati. Lalu mengangkat daun tersebut dari rendaman air mendidih tadi. 4. Mengamati perubahan yang terjadi pada daun tersebut. 5. Kemudian mencelupkan kembali daun percobaan tadi kedalam alcohol mendidih. Hal ini berfungsi untuk melarutkan kloropil pada daun. 6. Setelah itu, mengamati kembali perubahan yang terjadi pada daun setelah direndam di dalam alcohol mendidih tadi. 7. Kemudian mencelupkan daun percobaan ke dalam larutan JKJ dan mengamati perubahan yang terjadi pada daun percobaan tersebut. 8. Membilas daun percobaan dengan air mengalir agar sisa larutan JKJ hilang. 9. Mengamati apa yang terjadi terhadap daun percobaan tadi. Warna hitam atau biru tua pada daun menunjukkan adanya amilum sebagai hasil fotosintesis. III.3.2 Percobaan Ingenhouz Adapun cara kerja dari percobaan ingenhouz ini adalah sebagai berikut : 1. Mengisi gelas piala dengan air. 2. Memasukkan Hydrilla verticillata kedalamnya. 3. Memasukkan corong dengan posisi terbalik kedalam gelas piala sedemikian rupa sehingga Hydrilla verticillata semuanya berada dibawah corong. 4. Menutup pangkal corong tersebut dengan tabung reaksi dalam posisi terbalik yang berisi sejumlah air. 5. Menempatkan percobaan ini dibawah terik matahari yang mempunyai intensitas tinggi. 6. Mengamati apakah terjadi gelembung-gelembung udara yang terkumpul didasar tabung reaksi, jika ada berarti terbentuk oksigen (O2). BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Hasil IV.1.1 Percobaan Sachz Gambar awal daun mangga yang kertas timahnya telah dilepaskan. Gambar 1.2 Proses pencelupan daun mangga ke dalam air panas. Keterangan : 1. Larutan JKJ. 1 Gambar 1.7 Daun yang telah di celupkan kedalam larutan JKJ. IV.1.2 Percobaan Ingenhousz Gambar 1.8 Percobaan ingenhouz saat pengamatan untuk mengetahui bukti bahwa proses fotosintesis menghasilkan O2 atau oksigen. IV.2 Pembahasan Fotosintesis merupakan reaksi anabolisme yang mengubah zat anorganik seperti CO2 dan H2O menjadi zat organic yaitu O2 dan glukosa dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil. Pada proses fotosintesis ini, terjadi dua tahap yaitu pada tahap pertama (reaksi terang) H2O akan dipecah menjadi 2H2 dan ½ O2. Selanjutnya senyawa H2 akan direduksi dengan NADP menjadi NADPH2. Energi dari NADPH selanjutnya digunakan dalam menfiksasi CO2 dan senyawa lain membentuk Glukosa (reaksi gelap) (Campbell et al, 2002). Reaksi persamaan proses fotosintesis adalah sebagai berikut : Cahaya CO2 + H2O C6H12O6 + ATP + O2 Klorofil IV.2.1 Percobaan Sachz Sebelum Air panas (15 menit) Alcohol (3 menit) JKJ (5 menit) Ditutup Hijau muda Hijau muda kekuningan Kuning Kuning pucat Tidak ditutup Hijau tua Hijau tua kekuningan Cokelat Kuning kecoklatan Adapun data hasil pengamatan percobaan Sachs adalah sebagai berikut : Adapun dari larutan yang digunakan pada percobaan sachs ini adalah air panas, larutan alcohol 95%, dan larutan JKJ. larutan air panas berfungsi untuk mematikan sel pada daun. Sedangkan larutan alkohol berfungsi untuk melarutkan zat klorofil yang terkandung dalam daun tersebut. Dan larutan JKJ berfungsi sebagai indikator amilum untuk mengatahui adanya kandungan amilum dalam daun tersebut. Percobaan sachs dilakukan dengan cara; pertama membungkus daun dengan aluminium foil selama enam hari kemudian setelah waktumya telah cukup, maka daun tersebut di petik dan kemudian di celupkan kedalam air yang mendidih untuk mematikan sel pada daun. Selanjutnya dicelupkan lagi kedalam larutan alkohol untuk melarutkan zat klorofil yang terkandung dalam daun. Kemudian dicelupkan kembali ke dalam larutan JKJ untuk mengetahui adanya kandungan amilum dalam daun. IV.2.3 Percobaan Ingenhousz • Adapun hasil dari pengamatan percobaan ingenhouz ini adalah sebagai berikut : Data hasil pengamatan dengan medium air di bawah sinar matahari Waktu (menit) Banyak gelembung udara 0-5 0 5-10 0 10-15 0 15-20 0 20-25 8 25-30 6 30-35 70 Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dalam proses fotosintesis itu adalah cahaya matahari, air, suhu atau temperature dan lain-lain.cahaya matahari sangat mempengaruhi proses terjadinya fotosintasis karena tanpa adanya cahaya matahari proses fotosintesis tidak akan bisa terjadi. Cahaya matahari sangat berpengaruh karena dalam proses fotosintesis itu dikenal proses fotosintesis dengan dua cara yaitu reaksi gelap dan reaksi terang dimana, pada reaksi terang yang sangat barperan adalah cahaya matahari. Air merupakan salah satu unsur yang paling penting, sama halnya dengan unsur cahaya matahari. Begitupum dangan suhu atau temperaturnya. BAB V PENUTUP V.1 Kesimpulan Setelah melakukan percobaan ini dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu: • Fotosintesis adalah proses yang mengubah CO2 (karbon dioksida) dan H2O (hidrogen) menjadi O2 (oksigen) dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil. Reaksi persamaan proses fotosintesis adalah sebagai berikut: Cahaya CO2 + H2O C6H12O6 + ATP + O2 Klorofil • Dari hasil percobaan sachs dapat disimpulkan bahwa dalam proses fotosintesis dihasilkan glukosa. • Dari hasil percobaan ingenhouz dapat disimpulkan bahwa dalam proses fotosintesis melepaskan O2 atau oksigen. V.2 Saran Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi, pembaca bisa mencari literature lain yang membahas lebih detail serta menambahkan hal-hal yang kurang lengkap pada laporan ini. Dan mengenai proses pembimbingan dalam melakukan praktikum ini di harapkan lebih baik lagi. DAFTAR PUSTAKA Anwar, A. 1984. Ringkasan Biologi. Ganeca Exact. Bandung. Kimball, J. W. 1993. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta. Syamsuri. I. 2000. Biologi. Erlangga. Jakarta. Dwidjoseputro. 1986. Biologi. Erlangga. Jakarta. Wikipedia, 2012. Fotosintesis. www.wikipedia.org/wiki. Diakses pada tanggal 03 Oktober 2012, pukul 01:00 WITA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar